Panduan

Workspaces

Multi-environment isolation per tim atau lifecycle stage di dalam tenant.

Overview

Workspaces memungkinkan tenant memisahkan policy, AI asset, dan observability data per environment atau per tim, sementara tetap berbagi resource pada level tenant seperti AI Providers, audit chain, dan compliance subscription. Pola ini selaras dengan praktik enterprise SaaS: satu organisasi (tenant) yang membawahi beberapa workspace (sub-isolation).

Use case yang umum:

  • Pemisahan environmentproduction, staging, dan development sebagai workspace terpisah dengan policy dan asset registry masing-masing.
  • Isolasi tim — pemisahan per fungsi tim dengan policy dan model allowlist yang berbeda.
  • Scope compliance — workspace khusus untuk data sensitif yang membutuhkan policy lebih ketat dan retention audit yang lebih panjang.
  • Pilot vs production — workspace terisolasi untuk eksperimen internal sebelum rolling out ke production.

Audiens halaman ini: administrator tenant yang menetapkan struktur workspace, dan workspace_admin yang mengelola anggota.

Concepts

TermDefinisi
WorkspaceSub-isolation di dalam tenant. Policy, asset, dan request log ter-scope per workspace ID.
Default workspaceWorkspace yang otomatis aktif saat pengguna login. Tepat satu per tenant.
workspace_adminPeran pada level workspace. Mengelola anggota dan metadata workspace.
workspace_memberAkses operasional sehari-hari ke policy dan asset workspace.
workspace_viewerRead-only — cocok untuk auditor atau observer eksternal.
Tenant-level resourcesResource yang dibagi di seluruh workspace pada tenant yang sama.
Workspace-level resourcesResource yang ter-scope per workspace.

Tenant vs workspace scope

ResourceScope
UsersTenant — anggota tenant di-assign ke workspace melalui membership
AI Providers (BYOK)Tenant — satu kredensial penyedia melayani seluruh workspace
API KeysTenant — workspace-binding opsional sedang dievaluasi sebagai bagian dari roadmap
Audit chainTenant — entri saling terhubung untuk integritas
Compliance subscriptionsTenant — framework subscription pada level tenant
PoliciesWorkspace — tuning dan priority per workspace
Asset registryWorkspace — isolasi multi-environment
Observability filtersWorkspace — scope dashboard per workspace

Setup

Prasyarat

  • Peran admin di tenant untuk membuat atau mengarsipkan workspace.
  • Peran workspace_admin atau administrator tenant untuk mengelola anggota.
  • Gambaran struktur tim atau environment yang ingin diisolasi.

Membuat workspace baru

Buka Workspaces

Pilih Workspaces dari sidebar.

Buat workspace

Klik Buat workspace di kanan atas.

Isi formulir

  • Nama: display name (misalnya "Production", "Treasury Team").
  • Slug: diturunkan otomatis dari nama dan dapat diubah secara manual. Format slug menggunakan huruf kecil dan angka dengan tanda hubung sebagai pemisah; tidak mengandung spasi atau tanda baca lain.
  • Deskripsi (opsional).

Submit

Klik Buat workspace.

Workspace baru berstatus aktif dengan jumlah anggota 1 — administrator pembuat secara otomatis di-assign sebagai workspace_admin.

Menetapkan default workspace

Default workspace adalah workspace yang otomatis aktif saat pengguna login. Tepat satu per tenant. Untuk mengubah default:

Buka aksi row

Pilih workspace target pada list page.

Set sebagai default

Workspace lama melepaskan flag default; workspace baru menerima flag tersebut.

Mengelola anggota

Administrator tenant atau workspace_admin dapat menambah dan mengeluarkan anggota.

Buka detail workspace

Akses /workspaces/{id}.

Tambah anggota

Section Anggota workspaceTambah anggota.

Pilih pengguna

Cari berdasarkan nama atau email; daftar memuat pengguna aktif yang belum menjadi anggota.

Pilih peran

workspace_admin, workspace_member, atau workspace_viewer.

Submit

Klik Tambah anggota.

Memperbarui peran anggota

Pemilihan peran dapat dilakukan secara inline pada kolom Role tabel anggota. Administrator tenant atau workspace_admin dapat mengubah peran; perubahan tersimpan langsung.

Mengeluarkan anggota

Tombol Keluarkan pada kolom Aksi. Self-removal dicegah oleh UI untuk menghindari accidental lock-out.

Usage

Mengganti active workspace

Workspace switcher dropdown pada sidebar:

Buka switcher

Klik avatar atau nama workspace aktif.

Pilih workspace target

Token sesi diperbarui secara otomatis sehingga scope workspace baru berlaku sejak permintaan berikutnya.

Refresh otomatis

Data dashboard ditarik ulang dengan scope workspace baru.

Pergantian workspace adalah operasi server-side dan immediate — state diturunkan dari token, bukan dari penyimpanan client.

Mengarsipkan workspace

Soft archive: status workspace menjadi archived. Audit chain dan history tetap dipertahankan.

Constraint yang ditegakkan:

  • Default workspace tidak dapat diarsipkan. Tetapkan workspace lain sebagai default terlebih dahulu.
  • Workspace aktif terakhir tidak dapat diarsipkan. Tenant harus memiliki minimal satu workspace aktif.

Buka aksi row atau detail page

Pilih Arsipkan.

Konfirmasi nama

Ketik nama workspace persis untuk mengaktifkan tombol.

Submit

Klik Arsipkan workspace.

Setelah diarsipkan, workspace tidak lagi tampil pada switcher; detail page tetap dapat diakses melalui URL langsung untuk keperluan audit trail.

Compliance mapping

Detail mapping per-clause dan evidence package disampaikan dalam dokumen procurement terpisah — hubungi support@monago.io.

Troubleshooting

"Batas 100 workspace tercapai"

Tenant memiliki cap default. Solusi:

  • Arsipkan workspace yang tidak digunakan.
  • Hubungi support untuk peningkatan cap pada skala produksi.

"Default workspace tidak dapat diarsipkan"

Tetapkan workspace lain sebagai default terlebih dahulu, kemudian arsipkan workspace lama.

"Minimal harus ada satu workspace aktif"

Buat workspace baru sebelum mengarsipkan workspace terakhir.

"Pengguna sudah menjadi anggota workspace ini"

Setiap pengguna memiliki maksimal satu membership per workspace. Perbarui peran melalui inline edit pada tabel anggota apabila diperlukan peran yang berbeda.

Workspace switcher tidak terbarui setelah pergantian

Refresh halaman. Bila masalah berlanjut, logout dan login kembali untuk memperbarui token sesi.

FAQ

Apakah AI Providers (BYOK) dibagi antar workspace?

Ya. AI Providers merupakan resource pada level tenant. Satu kunci OpenAI melayani seluruh workspace. Scope per workspace diterapkan melalui policy (model allowlist) dan asset registry.

Bisakah satu pengguna berada di beberapa workspace?

Ya. Seorang pengguna dapat di-assign ke beberapa workspace dengan peran yang berbeda. Endpoint switching memungkinkan pergantian antar workspace yang pengguna miliki membership-nya.

Apa perbedaan workspace_admin dengan administrator tenant?

AksiAdministrator tenantworkspace_admin
Membuat workspaceYaTidak
Mengarsipkan workspaceYaTidak
Menetapkan default workspaceYaTidak
Mengelola anggotaSeluruh workspaceHanya workspace mereka
Mengubah metadata workspaceSeluruh workspaceHanya workspace mereka
Mengelola AI ProvidersYaTidak (level tenant)
Mengelola Users (level tenant)YaTidak (level tenant)

Bisakah saya mengubah nama workspace setelah dibuat?

Ya — nama workspace dapat disunting. Slug bersifat immutable karena merupakan referensi pada audit log dan bookmark URL.

Apa yang terjadi bila saya mengarsipkan workspace yang sedang aktif?

UI mengarahkan ke list page setelah arsip berhasil. Workspace switcher otomatis memilih default workspace melalui pembaruan token sesi. Tidak ada data yang hilang.

Apa yang terjadi bila tenant saya dihapus?

Penghapusan tenant melepaskan seluruh workspace, membership, policy, dan asset yang terkait. Konfirmasi melalui support sebelum melakukan operasi destructive.

  • BYOK — kredensial penyedia AI (scope tenant).
  • Policies — DSL governance per workspace.
  • Risk — signal scoring per workspace.
  • Compliance — framework readiness aggregate.